Category Archives: Anything Else

BCA Sakuku Pengganti Dompet Yang Ketinggalan

Lima menit sebelum tiba di kantor, telepon genggam saya berdering. Nomor yang tampil adalah dari rumah. “Dompet ketinggalan”, kata suara dari rumah.

DANG!

Sebenarnya aktivitas harian saya tidak terlalu membutuhkan banyak uang tunai. Parkir mobil sudah langganan. Untuk bayar tol juga sudah menggunakan e-Toll card.  Tinggal makan siang saja yang biasanya perlu uang tunai. Sambil pikir-pikir, siapa teman kantor yang bisa di ajak makan siang, sekaligus diutangin, tiba-tiba teringat akan Sakuku dari BCA.

Sakuku adalah dompet virtual dari BCA. Secara sederhana, Sakuku ini mirip dengan Flazz BCA, dimana saldo didalamnya harus diisi sebelum bisa digunakan untuk transaksi. Namun, kalau Flazz menggunakan kartu fisik, saldo Sakuku melekat pada nomor telepon genggam. Sakuku diakses dan diatur melalui aplikasi yang dapat dipasang di telepon genggam IOS maupun Android

Aktivasi Sakuku cukup sederhana, dan tidak perlu memiliki rekening di BCA. Cukup masukkan nama, nomor telepon genggam dan tanggal lahir, aplikasi Sakuku akan mengirimkan SMS untuk verifikasi aktivasi. Kurang dari 5 menit, aplikasi Sakuku sudah aktif dan bisa digunakan untuk belanja. Namun, apabila ingin fungsi tarik tunai di ATM BCA, ada langkah tambahan yang harus dilakukan untuk mengaktifkan Sakuku Plus. Intruksinya bisa di lihat di situs Sakuku di tautan ini.

Lalu bagaimana proses transaksi menggunakan Sakuku? Pertama-tama, setelah rekening Sakuku aktif, saya menambah saldo melalui Internet Banking BCA. Untungnya KeyBCA saya tidak ikut tertinggal bersama dompet di rumah.

Ketika tiba jam makan siang, saya mengajak seorang teman, untuk jaga-jaga kalau transaksi gagal, untuk meminjamkan uang. Belum banyak merchant yang menerima Sakuku. Daftar merchant bisa di lihat di situs Sakuku. Untuk hari ini, merchant yang terpilih adalah Doner Kebab.

Sakuku Doner Kebab

Setelah memastikan bahwa Doner Kebab bisa menerima Sakuku, saya memilih pesanan makan siang. Ketika akan membayar, kasir memasukkan jumlah transaksi ke mesin EDC BCA, yang lalu akan mencetak selembar QR Code. Di aplikasi Sakuku di telepon genggam, saya memilih menu “Bayar Belanja”. Sakuku akan mengaktifkan kamera telepon, yang bisa digunakan untuk memindai QR Code dari mesin EDC. Apabila transaksi berhasil, maka kasir akan melanjutkan transaksi via mesin EDC. Dan akhirnya saya pun sukses untuk makan siang tanpa uang tunai, dan tanpa ngutang.e

Selanjutnya sebenarnya saya ingin mencoba untuk tarik tunai di ATM BCA dengan Sakuku. Menurut penjelasan di situsnya, tarik tunai ini bisa dilakukan tanpa kartu ATM. Sayangnya, tarik tunai dengan Sakuku belum bisa dilakukan di semua ATM BCA, hanya ATM tertentu yang memiliki logo Sakuku. Dan tidak ada ATM berlogo Sakuku di sekitar kantor.

Prediksi bahwa internet dan telepon genggam akan semakin menjadi bagian penting dari hidup kita semakin benar. Beberapa orang merasa canggung ketika telepon genggam-nya tertinggal di rumah, atau kehabisan batere. Hari ini saya membuktikan bahwa ketinggalan dompet pun tidak terlalu masalah, selama bukan telepon genggam yang tertinggal.

Jakarta, a Love & Hate Relationship

Some friends asked me why I’m still staying in Jakarta instead of moving to another country. Well, I admit that the thought to move to other country did cross my mind every now and then. But I don’t really have the motivation to move, because, I’m in a kind of love and hate relationship with Jakarta.

Traffic jam is definitely the deadliest problem in Jakarta

I was born, grew up, live and work in Jakarta. For me, there are three things that need to be improved to make it more livable:

  1. Traffic Jam. So far this is the worse thing I can find in Jakarta. In fact, I wrote a lot of thing about commuting in Jakarta. If you can hack the traffic, then you can survive in Jakarta.
  2. Pollution. Unfortunately, nothing much can be done about it. Just cope with it. Millions of people live in Jakarta, so the air is not lethal. In fact, many people still exercise outdoor in Jakarta.
  3. Flood. This is a seasonal thing. The key to cope with flood in Jakarta is to know which area get flooded, which one that is practically dry and safe.

Given the challenges above, what make Jakarta very much enjoyable to live at?

  1. Food. As the capital of the nation with 12 million people, not only international food available in Jakarta, but also the most authentic food around Indonesia.
  2. Opportunity. Indonesia, in general, despite of the red tape, still have a lot of opportunity for business. Jakarta, especially, has a lot of opportunity for business and career person.
  3. Entertainment. From shopping mall to beach and park, Jakarta has a lot of entertainment to offer. Jakarta has one of the best shopping malls in the region.
  4. Affordable convenience. Need someone to clean up the house? Or hire someone to drive you around? Or 2 nanny to take care of your son? All of them is very much affordable. I know an American Executive living in Jakarta, who employ 7 people in the house: driver, 2 maids, 1 nanny, gardener, and few security. His comment is that, even with his executive salary, there are no way he can afford such luxury back home

Title photo from flickr by hiroo yamagata

Urus Paspor di Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta

Tulisan ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya untuk melakukan pengurusan paspor online melalui website Direktorat Jendral Imigrasi

Kantor Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta menjadi favorit saya untuk mengurus paspor. Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta memiliki parkir dan ruang tunggu yang cukup memadai untuk melayani pemohon paspor. Ditambah dengan adanya jalan tol langsung dari Serpong menuju bandara.

Lokasi Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta adalah di area bisnis Bandara Soekarno-Hatta. Dari jalan tol, ambil jalan menuju ke Terminal 3. Di bundaran, tetap lurus. Kantor Imigrasi terletak di sebelah kanan, sebelum kantor Angkasa Pura.

Photo Booth Imigrasi Soekarno Hatta
Photo Booth dalam Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta

Sebelum menuju Kantor Imigrasi, perhatikan hal-hal sbb:

  1. Siapkan semua dokumen pendukung untuk pengurusan paspor. Semua dokumen ini harus di fotokopi diatas kertas A4, dan tidak boleh dipotong (Misalnya, fotokopi KTP tidak boleh dipotong)
  2. Juga bawa semua dokumen asli, karena akan di validasi oleh petugas imigrasi.
  3. Print out surat undangan untuk ke kantor imigrasi.
  4. Gunakan pakaian yang sopan, selain warna putih. Tentang warna putih ini tertulis di pintu Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta. Mungkin supaya gak kecampur dengan background fotonya ya. lu

Lalu, jam berapa harus ke Kantor Imigrasi? Seperti biasa, sepagi mungkin, tapi juga gak usah pagi-pagi amat. Saya tiba di kantor imigrasi sekitar jam 9, dan masih dapat nomor antrian 38. Cukup menunggu sekitar 90 menit sebelum akhirnya dipanggil untuk validasi dokumen, dan akhirnya difoto dan diambil sidik jari.

Dan paspor pun bisa diambil 3 hari kerja kemudian.

Yuk Urus Paspor Online

Saya masih ingat, pertama kali urus paspor di tahun 1999, saya harus bolak balik 3 kali ke kantor imigrasi. Setiap kali datang pasti diikuti dengan antrian, meskipun sudah datang sepagi mungkin menurut akal sehat saya. Akhirnya, banyak yang lebih memilih mengurus lewat biro jasa, atau calo.

Hampir 16 tahun kemudian, pengurusan paspor sudah jauh lebih mudah. Bahkan, dengan sistem permohonan paspor online, kita cukup datang 2 kali:

  1. Pertama untuk foto, pengambilan sidik jari dan wawancara
  2. Kedua untuk pengambilan paspor, 3 hari setelah foto

Dibandingkan 5 tahun yang lalu, aplikasi permohonan paspor online sudah lebih mudah. Saat ini sudah tidak perlu memasukkan hasil pemindaian dokumen yang cukup membingungkan. Pemeriksaan dokumen akan dilakukan saat kita mengunjungi kantor imigrasi.

Sayangnya, beberapa waktu yang lalu, ada perubahan sistem yang menyebabkan permohonan paspor online hanya untuk paspor biasa 48 halaman. Permohonan paspor biometrik tidak bisa dilakukan secara online.

Lalu, apa saja yang harus dilakukan untuk menggunakan sistem permohonan paspor online? Berikut ini langkah-langkah untuk permohonan paspor online:

  1. Masuk ke website permohonan paspor online melalui website Direktorat Jendral Imigrasi
  2. Pilih menu Pra Permohonan Personal. Lalu isi semua form selengkap mungkin. Pastikan tidak ada kesalan pengisian.
  3. Juga pastikan alamat email yang diisi bisa diakses, karena akan ada beberapa konfirmasi yang dilakukan via email.
  4. Setelah pengisian selesai, aplikasi paspor online akan mengirimkan email berisi lampiran instruksi untuk melakukan pembayaran di bank BNI. Cetak atau tunjukkan lampiran email ini ke bank BNI terdekat untuk melakukan pembayaran.
  5. Bank BNI akan memberikan bukti pembayaran, dengan nomor jurnal. Setelah melakukan pembayaran, klik link yang ada di email instruksi pembayaran. Masukkan nomor jurnal yang ada di bukti pembayaran ke form yang muncul.
  6. Apabila nomor jurnal sesuai, maka akan muncul pilihan waktu kedatangan ke kantor imigrasi yang dipilih pada langkah 2.
  7. Setelah semua selesai, maka akan ada email selanjutnya yang berisi undangan untuk ke kantor imigrasi yang dipilih. Cetak email ini, dan siapkan semua dokumen pendukung sebelum ke kantor imigrasi

Catatan penting!

  • Langkah nomor 4 sampai 5 harus diselesaikan dalam waktu 7 hari kerja. Apabila melewati 7 hari kerja, maka harus melakukan aplikasi ulang, meskipun sudah membayar di bank BNI
  • Setelah langkah nomor 7 selesai, kedatangan ke kantor imigrasi tidak harus sesuai hari yang kita tentukan. Maksimum adalah 7 hari kerja setelah hari yang kita tentukan

Tom Ford’s 15 Things Every Man Should Have

Tom Ford, a fashion designer and film producer, wrote 15 Things Every Man Should Have for Vogue’s 15th Anniversary. I’m not a regular reader of Vogue, nor the fashion type of man, but I think it is important for a man to be well-groomed, either for work or casual.

  1. To Laugh, basically sense of humor. My comment: Totally agree, although too much sense of humor at the wrong place and time will make a man look like a joker
  2. A daily read of newspaper. My comment: I have stopped reading newspaper regularly for years. Too much crap in it. I would replace this with daily podcast, which you can choose to improve yourself.
  3. A sport that you love and good at. My comment: Agree. Some sport, such as soccer or basketball, enhance your manhood image, even if you aren’t particularly good at.
  4. Tweezers. My comment: I don’t know why a man need this. To be a gentleman to help a lady?
  5. A good cologne that become his signature. My comment: Well, while agree to it, this is something that I can’t work out. I simply dislike cologne
  6. A well cut dark shirt. My comment: Out of the list, this is what I agree most. It is important to look smart and sharp, and dark suit is all around multipurpose swiss knife for a man to look smart and sharp.
  7. A classic of black lace up shoes. My comment: This is to complement your dark suit, so agree. Make sure it is well polished. Maybe next time I need to buy a lace up shoes.
  8. A smart blazer. My comment: Optional. I prefer dark suit.
  9. A perfect pair of dark denim jeans. My comment: Agree. This is for all round non-business setting, or casual setting
  10. A lot of crisp white cotton shirts. My comment: Agree. Crisp white cotton shirt give a clean look, which complement smart and sharp look.
  11. Good underwear. My comment: Especially socks, I agree. You never know when you need to take off your shoes or pants, and don’t want to show up with a hole in your socks or underwear.
  12. A classic tuxedo. My comment: Optional. I prefer dark shirt
  13. A beautiful dark watch with metal band. My comment: Agree. Again, metal watch complement your sharp look. And throw away that smart watch please.
  14. The perfect sunglasses. My comment: Agree. Of if you wear glasses, get a perfect nice looking glasses
  15. Perfect teeth. My comment: Well, ideally yes. But not everyone is lucky enough. So, if you still have good teeth, try to keep it.

Few things that I would add in the list, probably to replace the optional stuff:

  1. A nice wallet. It is always nice to pull out a nice wallet in front of other people
  2. Dark colored belt. How come this important fashion stuff miss the list?
  3. A smartphone. iPhone definitely the best, but not the only one. Try to get one with glass or metal cover, not plastic that look cheap.
  4. Dark colored work bag. Leather would be good, although not necessary.