Category Archives: Anything Else

100 Doraemon Secret Gadget Exhibition, Jakarta

Siapa sih yang tidak kenal Doraemon, si robot kucing biru yang punya segala macam gadget unik dari dalam kantong ajaibnya? Di Indonesia, serial ini diputar oleh televisi RCTI setiap hari minggu, mulai tahun 1996. Ada masanya saya selalu nonton serial Doraemon, sampai akhirnya orang tua saya pun tahu siapa itu Doraemon. Dan hebatnya, meskipun belum pernah nonton, anak saya yang berusia 3 tahun pun mengenal Doraemon, entah dari mana.

Taman Impian Jaya Ancol, atau biasa disebut Ancol saja, mengadakan pameran 100 gadget rahasia Doraemon. Lokasinya ada di Ancol Beach City Mall (ABC mall), didalam kompleks Ancol, hingga tanggal 8 Maret 2015. Berhubung kami sekeluarga kenal dengan Doraemon, maka kami berangkat ke sana pada liburan Natal yang lalu.

100 Doraemon Secret Gadget Expo

Agak kurang tepat memang ke Ancol saat liburan sekolah. Jam 10:00 saja, jalan2 didalam kompleks Ancol sudah sangat macet. Butuh waktu hampir 45 menit dari pintu gerbang Ancol hingga bisa parkir di Ancol Beach City Mall. Untungnya di pagi hari, cukup mudah menemukan tempat parkir.

Lokasi pameran Doraemon berada di lantai 2. Ada potongan harga sebesar 20% untuk pembelian tiket menggunakan kartu kredit BCA, dan anak-anak usia dibawah 5 tahun gratis. Tak lama kami melenggang menuju pintu masuk dengan 2 tiket.

Tips 1: Datang lebih pagi untuk menghindari antrian masuk. Jumlah pengunjung di dalam area pameran dibatasi. Apabila sudah sampai batas, maka pengunjung berikutnya harus menunggu sampai pengunjung di dalam selesai.

Di ruangan pertama ada penjelasan mengenai asal usul Doraemon, juga termasuk bagaimana Doraemon kehilangan kupingnya. Well, kalian semua masih ingat kan, kalau Doraemon itu takut sama tikus?
Di balik ruangan sejarah ini, kita akan masuk ke mesin waktu Doraemon. Ruang mesin waktu ini didekor lengkap dengan lampu kelap kelipnya.

Keluar dari Mesin waktu, dimulailah ruang pameran 100 secret gadget Doraemon. Ada tiga ruang pamer, masing-masing diisi dengan Doraemon ukuran sebenarnya, dengan berbagai macam ekspresi. Di samping, atau di tangan masing-masing Doraemon, terdapat 1 buah special gadget. Label di samping gadget tersebut menjelaskan fungsi spesial dari gadget itu. Coba hitung, berapa gadget yang kalian ingat pernah keluar di TV? Berapa yang kalian ingat fungsinya?

Rooms Full of Doraemon
Apakah memand ada 100 Doraemon dengan gadgetnya?

Saya tidak menghitung apakah memang ada 100 gadget yang dipamerkan. Saya justru sibuk untuk mengambil beberapa foto anak saya yang berusia 3 tahun. Karena jumlah pengunjung dibatasi, situasi di dalam ruang pameran cukup nyaman untuk berfoto.

Selected Gadget
Siapa yang ingat fungsinya apa saja?

Setelah melewati ruang pamer Doraemon, ruang selanjutnya memperlihatkan replika dari berbagai tempat setting film Doraemon. Ada kamar Doraemon, dimana kita bisa berfoto seakan-akan keluar dari laci mesin waktu. Replika lain memperlihatkan ruang makan Nobita, lengkap dengan ayah dan ibu akan makan malam. Dan ada juga replika ruang tamu Suneo, lengkap dengan mainan-mainan yang mahal.

At Suneo's House
Ruang tamu Suneo

Tips 2: Di dalam ruang pamer tidak ada toilet. Jadi kalau mau ke toilet, harus keluar melewati toko. Jangan lupa bilang sama penjaganya kalau kita masih akan masuk lagi

Bagian terakhir dari pameran ini adalah replika ruang terbuka dari setting film Doraemon. Favorit semua orang? Tentunya baling-baling bambu. Jadi, kita bisa foto seakan-akan sedang terbang bersama Doraemon, Nobita, Giant dan Suneo. Dan juga ada replika senter pengecil, pintu kemana saja dengan ukuran pintu sebenarnya, dan favorit semua anak sekolah: Roti pengingat segalanya.

Senter Pengecil
Senter Pengecilnya ternyata benar-benar berfungsi!

Sebelum keluar, ada toko yang menjual pernak pernik Doraemon seperti gantungan kunci, bantal, tas, mug, dll. Sayangnya replika gadget Doraemon tidak ada. Di toko ini kita juga bisa mengambil foto kalau kita foto yang diambil oleh fotografer di replika ruang kamar Nobita. Sayangnya, kita harus mencari sendiri foto kita diantara ratusan foto. Kami memutuskan tidak jadi membeli foto kami, karena cukup makan waktu untuk mencari foto, sementara waktu makan siang sudah dekat.

Total waktu kunjungan sekitar 2 jam. Secara keseluruhan, kami bertiga cukup senang, termasuk anak kami yang berusia 3 tahun. Pemran juga tidak terlalu padat, karena pembatasan jumlah pengunjung. Cuma perlu peningkatan di sistem pembelian foto, dan toilet yang terletak cukup jauh di luar ruang pamer.

Tautan: