Category Archives: #wellness

Lari Pagi di Tegallantang, Ubud

Meskipun jam sudah menunjukkan pukul 6:14 pagi, dan matahari sudah cukup tinggi, angin di Ubud masih terasa sejuk, cenderung dingin. Hal ini menambah motivasi untuk mencoba lari pagi di Ubud.

We Run

Titik start lari adalah Bakung Ubud Resort and Villa tempat saya menginap. Bakung Ubud terletak di Desa Tegallantang, sekitar 5-10 menit dengan mobil dari Istana Ubud. Desa Tegallantang bisa dicapai melalui Jalan Suweta, tempat di mana Babi Guling Bu Oka berada, atau dari Jalan Sriwedari, lokasi dari Seniman Coffee.

Dari Bakung Ubud, saya berlari menuju ke Jalan Raya Ubud. Rute lari menuju Jalan Raya Ubud ini menurun, melewati sawah, sekolah, dan Pura Desa Tegallantang. Jalanan masih cukup sepi, dan sekitar 1.4 km dari start, saya tiba di jembatan yang menghubungkan Jalan Suweta dan Jalan Sriwedari. Rencana saya untuk turun melalui Jalan Sriwedari, dan naik kembali melalui Jalan Suweta.

The Bridge

Rute lari semakin mendekati Jalan Raya Ubud. Hal ini ditandai dengan pemandangan sawah yang digantikan oleh toko-toko yang masih tutup. Kecuali sebuah tempat laundry. Ketika sampai ke Jalan Raya Ubud, suasana yang tadinya sepi senyap berganti riuh rendah kendaraan dan orang yang berjualan di pasar tumpah di depan Pasar Ubud.

Ubud Center's in the Morning

Hujan ringan mulai turun ketika saya menyusuri Jalan Raya Ubud menuju Jalan Suweta, membuat saya sedikit mempercepat langkah. Simpang Jalan Suweta yang biasanya macet terlihat lengang pagi itu. Di seberang Istana Ubud terlihat spanduk besar Ubud Food Festival. Inilah motivasi utama saya untuk lari pagi ini, supaya nanti di Ubud Food Festival bisa makan lebih banyak.

Reason to Run: Food

Hujan sudah berhenti ketika saya mulai perjalanan balik melalui Jalan Suweta. Tanjakan tinggi terlihat menantang di depan. Tapi yang lebih menantang adalah anjing yang banyak berkeliaran di Jalan Suweta. Beberapa terlihat tidak peduli dengan arus lalu lintas. Tapi ada juga yang menggonggong setiap kali ada sepeda motor yang lewat. Well, the show must go on. Anjing menggonggong, pelari berlalu.

Uphill Battle

Setelah rasanya berlari cukup lama dengan napas setengah putus, akhirnya saya tiba kembali di jembatan Jalan Sriwedari. Dari sini, masih 1.4 km lagi menanjak sebelum saya tiba di Bakung Ubud. Ketika kembali melewati sekolah, tampak anak-anak sekolah bergotong royong membersihkan halaman sekolah dari daun-daun kering. Suatu hal langka di Jakarta, bahkan ketika saya masih duduk di sekolah dasar.

Finish Line

Tiba di Bakung Ubud, jam saya menunjukkan total jarak tempuh sejauh 6.3 km. Elevasi dari Bakung Ubud hingga Jalan Raya Ubud cuma sekitar 60 meter, tidak terlalu tajam. Angin yang bertiup masih sejuk, meskipun terik matahari sudah mulai menyengat di kulit. Waktunya mandi dan makan pagi.

Rute dan detil lainnya bisa dilihat di Polar Personal Trainer. Foto-foto lainnya bisa dilihat di allbum Flickr.

Hell Days? Hell Yeah!

Memasuki minggu ke-7 latihan dengan coach freeletics, tiba-tiba tampilan menu latihan menjadi merah. Tulisan “Hell Days” terlihat di bagian atas. Hell days?

Yap, cuma 3 training session dalam seminggu, lebih pendek dari 4 sessi latihan yang biasa saya pilih. Tapi, jumlah reps yang dilakukan setiap hari itu yang menyeramkan! Terutama Sit-Up, momok saya selain burpee dan pull ups.

Kettler Yoga MatSebelumnya, di awal minggu ini, saya belajar tentang pentingnya untuk menggunakan alas olahraga yang baik. Alas olah raga yang baik yaitu yang tidak licin, dan bisa melindungi daerah tulang ekor ketika melakukan sit up dengan jumlah banyak. Matras saya yang sebelumnya cukup licin sehingga saya beberapa kali hampir jatuh ketika melakukan burpee. Dan yang paling menyakitkan, daerah tulang ekor yang lecet setelah melakukan 100 sit ups.

Dan selanjutnya, mari masuk ke Hell Days.

Hell Day 1: 110 Climbers, 39 Push Ups (Easy!), 110 Sit ups (Ouch), 110 Squats dan 250 Jumping Jacks (Double Ouch!). Istirahat sebentar dan mulai lagi dengan Sprawls, Mountain Climbers dan High Knees. Saya terpaksa membagi sesi 2 menjadi 2 bagian karena rasanya sudah hampir pingsan di pagi hari. Dan jam 10 malam, day 1 checked!

Hell Days! That means three training sessions in one week – with maximum volume!

Hell Day 2: 110 Climbers, 39 Push Ups (Easy!), 110 Sit ups (Again!), 110 Squats dan 250 Jumping Jacks (Double *^@%@*^!). Sampai kehabisan kata-kata melihat jatah 100 sit ups. Tapi untungnya sesi kedua jauh lebih mudah. Cukup burpee squat jump, froggers & high jumps. Day 2 checked.

Hell day 3: 150 sit ups, 150 climbers. Sejujurnya di hari ketiga ini saya sudah mulai muak dengan sit ups. Bukannya perut sakit karena sit ups, tapi karena muak. Sesi kedua dilanjutkan dengan lunges, burpees (wtf!) dan straight leg lever. Day 3, and hell days checked!

Hell Days at Week 7

Ingin merasakan hell days? Yuk dicoba di freeletics.com. Dan jangan lupa add saya dengan link ini.

Freeletics Bulan Pertama: Making Connection

Minggu kemaren ini saya baru menyelesaikan latihan terakhir Freeletics minggu ke-4. Artinya, sudah genap 1 bulan saya berlatih dengan coach Freeletics.

Latihan di Minggu pagi kemaren agak berbeda. Seperti biasa, saya memilih tempat latihan di lapangan bulu tangkis depan rumah. mendekati setengah jalan, ada serombongan anak-anak menhampiri. Pada awalnya mereka tertarik pada telepon genggam yang saya gunakan. Tapi kemudian perhatian mereka beralih ke kegiatan yang saya lakukan.

“Ayo ikut”, saya menawarkan kepada mereka.

“Saya udah olah raga tadi pagi oom”, jawab anak laki yang paling besar

“Olah raga apa?” Tanya saya balik

“Lari”, jawab anak yang sama.

Kids on the Playground
Teman latihan hari ini: Anda, El, Angie dan Angel

Menu latihan di minggu ke-4 ini memang luar biasa berat. Setidaknya, saya butuh 1 hari istirahat antara latihan. Dan sebagai latihan terakhir, ibaratnya ujian, ditutup dengan kombinasi mountain climbers, sprawls, stand ups, push ups, dan crunches.

“Oom lambat,” salah satu anak berkomentar pada saat saya hampir selesai. Kalau anak-anak gak pernah bohong, sepertinya memang saya perlu latihan lebih keras

Buat yang mau ikutan, silahkan meluncur ke situs freeletics. Jangan lupa add saya ya, supaya kita bisa latihan bersama.

Freeletics Minggu 2-3: Jangan Bersin

Setelah perkenalan di minggu pertama, porsi latihan untuk minggu kedua dan ketiga mulai terasa berat. Sebagai gambaran dari latihan selama 1.5 minggu terakhir:

  1. Jangan sampai bersin, karena setiap kali bersin, otot perut terasa sakit.
  2. Kalau bangun tidur, coba putar badan posisi tengkurap dulu baru bangun, karena otot perut masih pegal.
  3. Ketika tidur menyamping di lantai, saat bermain dengan anak, seperti ada bola tenis mengganjal di paha.

Intinya, I’m in constant pain. A good pain, or pains that feel good. Setidaknya saya bisa melihat beberapa peningkatan dari minggu pertama latihan freeletics, dari jumlah sit up, push up, dan burpee yang mampu saya lakukan. Angkanya belum fantastis, but going to the right direction.

Exercise Rep 1 Rep 2 Rep 3 Rep 4 Total
Climbers 30 20 10 20 80
Push Ups 10 7 5 7 29
Sit Ups 30 20 10 20 80
Squats 30 20 10 20 80
Jumping Jacks 50 50 50 50 200

Berikut ini salah satu improvement yang saya rasakan. Pagi ini saya baru saja menyelesaikan latihan kedua dari 4 latihan yang direncanakan untuk minggu ketiga. Total 80 climbers, 29 push-up, 80 sit up, 80 squats, dan 200 jumping jacks, dalam 20 menit. I thought the sit up will kill me. Tapi, meskipun belum terasa mudah, saya bisa menyelesaikan sit up lebih mudah dari yang saya bayangkan.

Oh, dan satu lagi, berhubung freeletics memungkinkan untuk latihan di mana saja dan kapan saja, akhir minggu kemaren saya sempat latihan di BSP Farm, Bogor. Latihan di teras dengan permandangan seperti di bawah ini, siapa yang nggak mau?

Theater of Nature

Buat yang mau ikutan, silahkan meluncur ke situs freeletics. Jangan lupa add saya ya, supaya kita bisa latihan bersama.

Freeletics Minggu 1: Masih Malu-malu

Minggu pertama dalam Freeletics disebut sebagai Introduction Week. Dan seperti pada hubungan lainnya, sewaktu pertama kali baru kenalan biasanya masih malu-malu. Sepertinya ini yang terjadi, karena porsi latihan yang diberikan juga masih sangat ringan.

Freeletics Week 01

Seperlima Morpheus terdiri dari 5 push up, 10 lunges dan 20 jumping jacks. Sementara 1/3 Metis terdiri dari 10 burpees, 10 climbers dan 10 jumps.

Sama seperti periode trial beberapa minggu yang lalu, saya masih menikmati fleksibilitas melakukan latihan tanpa harus ke Gym. Beberapa latihan di atas saya lakukan di garasi, di dalam kamar, atau di ruang makan, kadang tanpa matras.

Buat yang mau ikutan, silahkan meluncur ke situs freeletics. Jangan lupa add saya ya, supaya kita bisa latihan bersama.