Lari Pagi Di Tengah Kota Medan

“Ini Medan Bung!”

Ungkapan tersebut selalu diucapkan kepada orang yang baru pertama kali menginjakkan kaki di kota Medan. Mereka bisanya kaget melihat Kota Medan yang semrawut. Mulai dari angkot, motor, bahkan mobil pribadi yang sepertinya tidak mengenal lajur jalan, pedagang kaki lima yang bejualan di trotoar kota, hingga sisi bangunan yang tampak lusuh dan kotor. Belum lagi masalah keamanan. Konon, saking tidak amannya, rumah-rumah di Medan dibangun menggunakan pintu besi sebagai pengganti pagar. Lupakan niat untuk memanjat pintu besi ini, karena bagian atasnya tersambung dengan atap garasi.

Lalu dengan kondisi seperti ini, apakah masih bisa lari pagi di Kota Medan? Meskipun bisa, apakah layak dilakukan?

Dalam sebuah perjalanan Dinas, saya mencoba untuk lari pagi, dan menemukan wajah lain dari Kota Medan di pagi hari.

Trotoar Yang Cukup

Keluar dari Hotel Santika Dyandra, tepatnya di depan Mall Palladium, saya mendapati trotoar yang cukup bersih. Di jam 6 pagi, memang tidak ada pedagang kaki lima yang berjualan, sehingga trotoar tersebut cukup nyaman untuk dilalui.

Meskipun demikian, berlari di atas trotoar Medan tetap harus hati-hati. Beberapa bagian trotoar terlihat mengelupas, sehingga kalau kurang hati-hati bisa terpeleset.

Mini Pedestrian

Di beberapa tempat, trotoar juga terlalu sempit. Di pagi hari yang sepi, saya akhirnya memilih untuk lari di atas jalan yang masih lengang.

Lapangan Merdeka

Terletak di pusat Kota Medan, Lapangan Merdeka menyediakan lapangan terbuka untuk penduduk Kota Medan. Meskipun bukan hari libur, Lapangan Merdeka cukup ramai dipadati orang-orang yang sedang berolah raga.

Merdeka Square

Trek lari di Lapangan Merdeka memang bukan kelas dunia. Ada cukup banyak batu berserakan di trek lari ini, sehingga meskipun tidak ada kendaraan, tetap harus konsentrasi.

Di pagi hari itu, saya lari keliling 2 putaran. Sempat terpikir untuk berhenti untuk bergabung dengan orang-orang yang sedang senam pagi di tengah lapangan, atau berlatih beban dengan alat-alat yang tersedia di pinggir trek lari. Tapi akhirnya, saya memutuskan untuk keluar lapangan dan melanjutkan eksplorasi Kota Medan.

Stasiun Medan

Stasiun Medan terletak disebelah Lapangan Merdeka. Jaraknya kurang dari 1 km dari Lapangan Merdeka. Dan untuk saya, selalu ada romantisme tersendiri setiap kali melewati stasiun kereta.

Medan City Station

Stasiun Medan memiliki jembatan penyeberangan yang bisa diakses tanpa harus memiliki tiket. Di siang hari, jembatan ini biasanya penuh dengan pengemis dan pedagang kaki lima. Tapi, di pagi hari, jembatan ini cukup sepi. Dan tidak ada posisi yang lebih baik untuk mengambil foto stasiun dan kereta api dari atas jembatan penyeberangan ini.

Kecepatan sedikit melambat demi mengambil beberapa foto, dari kereta batu bara hingga penumpang. Dan tentu saja, kereta Airport Railink Service. Kereta ini merupakan jenis baru yang menghubungkan bandara Kualanamu dan kota Medan.

Waiting at Train Crossing

Dan memang dasar jodoh, selepas foto-foto di Stasiun Medan masih ketemu lagi dengan Kereta Airport Railink Service ini ketika antri menunggu kereta lewat di persimpangan rel.

Pelataran Toko

Hari sudah cukup terik ketika saya mengarah kembali ke Hotel. Niat hati ingin lanjut ke Bandara Polonia yang sekarang dikembalikan ke Angkatan Udara. Tapi berhubung pekerjaan menunggu, saya memutuskan mengarah kembali ke Hotel. Sempat bingung mencari jalan yang benar, hingga akhirnya menggunakan GPS: Gunakan Polisi Setempat. Yap, akhirnya saya tanya jalan sama pak polisi.

Different Lane

Untungnya, ditengah pagi yang mulai terik, terdapat pelataran toko sebagain pengganti trotoar. Pelataran ini memiliki naungan, sehingga tidak terlalu panas. Di beberapa tempat saya terpaksa lari di jalan, karena pedagang kaki lima sudah mulai menata dagangannya.

Lain kali sepertinya saya harus mulai lebih pagi, jam 5 mungkin, supaya pagi masih cukup teduh, belum ada pedagang kaki lima, dan mungkin bisa mencapai Bandara Polonia yang lama. Untuk hari itu, saya cukup puas dengan lari pagi sejauh 5km mengelilingi pusat kota Medan

Leave a Reply