Nginep Di Sentul? Ya Lari Pagi Dong

Dengan udara pegunungan yang dingin dan bersih, Sentul memang punya daya tarik sendiri sebagai tujuan untuk sepedaan di hari minggu, atau lari pagi. Tapi, kalau disuruh nyetir dari Jakarta, rasanya kok daya tariknya jadi berkurang ya. Apalagi kalau setelah lari atau sepedaan masih harus nyetir pulang. Beban.

Beda ceritanya kalau lagi menginap di Sentul. Meskipun bangun kesiangan seperti beberapa minggu yang lalu, rasanya sayang kalau kesempatan lari pagi di pegunungan dilewatkan begitu saja.

Not at Car Free Day

Matahari sudah tinggi, namun udara masih cukup dingin pada jam 6:30, ketika saya keluar dari hotel memasuki Jalan Jend. Sudirman. Meskipun memiliki nama sama, Jalan Jend. Sudirman di Sentul tidak seramai Car Free Day di Jakarta. Terlihat beberapa orang sedang olah raga jalan kaki, lari, dan sebagian lainnya hanya bercengkrama di atas motor mereka. Di sebuah jembatan darurat, Pak Ogah dengan sigap membantu motor-motor yang lalu lalang.

Morning at the Factory

Dari Jalan Jend. Sudirman rute lari memasuki jalan raya Sentul. Lalu lintas kendaraan bermotor masih sepi. Sesekali beberapa sepeda dalam formasi peloton melewati saya sambil menyapa. Ada juga yang hanya sekedar lewat. Hanya sekali saya menyalip sebuah sepeda. Si pengendara sedang duduk di atas rumput sambil makan. “Selamat pagi”, sapa saya. Beberapa ratus meter kemudian, sepeda tersebut kembali melewati saya sambil menyapa, “Mari Pak”. Saya hanya mengangkat tangan.

Downhill

Tidak lama kemudian, Jalan Raya Sentul mulai menunjukkan tantangan di balik rute lari yang bagus: Tanjakan dan turunan. Tanjakan dan turunan menjdai momok bagi yang sedang mengejar jarak dan kecepatan, tetapi justru dicari oleh yang sedang berlatih untuk marathon atau trail. Untungnya udara yang segar dan pohon yang teduh membuat tanjakan dan turunan ini menjadi tidak terasa berat. Ditambah lagi view gunung di kejauhan, ikut membantu mengalihkan perhatian ke nafas yang semakin pendek.

Mountain View

Setelah melewati gerbang utama perumahan Sentul City, elevasi tanjakan semakin curam. Saya berhenti sejenak di dekat sebuah papan petunjuk untuk mengambil nafas dan memastikan waktu. Karena sudah cukup siang dan mulai panas, saya memutuskan untuk kembali ke hotel. Jarak menunjukkan 4.1 km, sehingga total jarak tempuh akan sekitar 8 km. Not too bad.

Through the Empty Road

Sampai di persimpangan Jalan Sudirman menuju hotel, terlihat kalau pintu masuk tol tidak terlalu jauh. Saya pun memutuskan untuk melanjutkan sedikit ke arah tol.

Can Runners Enter?

Tidak ada larangan memang untuk masuk ke jalan tol untuk pelari, asal jangan bawa gerobak. Tapi tidak ada tarif tol yang tercantum di pintu tol. Jadi ya sudah, saya kembali ke Jalan Sudirman dan hotel tempat saya menginap. Detour ke jalan tol ini menambah jarak temput total menjadi hampir 9 km. Untuk rute-nya bisa di lihat di tautan ini.

Leave a Reply