Tag Archives: b2w

Bike to Work #3 2015: Persiapan Adalah Segalanya

Pagi hari ini, hampir 24 jam setelah saya Bike 2 Work kemaren, bahu kiri saya masih terasa pegal. Bukan karena Bike 2 Work-nya, tapi lebih karena persiapan yang kurang matang.

Persiapan saya untuk Bike 2 Work biasanya dimulai sehari sebelumnya. Tapi, setelah beberapa minggu terakhir selalu hujan di pagi hari, minggu ini saya berpikir: “Ah, sudahlah, nanti saja tunggu kalau sudah musim kemarau.” Ketika pagi kemaren bangun dan matahari pagi bersinar keemasan, sulit rasanya menolak godaan untuk Bike 2 Work.

Berikut ini persiapan Bike 2 Work yang biasanya saya lakukan:

Stay Presentable
Baju ganti di kantor disiapkan beberapa hari sebelumnya
  1. Beberapa hari sebelumnya, bawa kemeja untuk disimpan di locker kantor. Kemeja ini untuk digunakan selama waktu kerja di hari Bike 2 Work.
  2. Sehari sebelumnya, bawa sepatu kerja cadangan untuk ditinggal di kantor, supaya sewaktu Bike 2 Work tidak perlu bawa sepatu kerja
  3. Sore hari sebelum Bike 2 Work, ganti messenger bag yang biasanya saya bawa dengan backpack olah raga yang lebih ringan. Cukup bawa barang-barang yang penting, seperti ipad dan buku catatan.
  4. Malam hari sebelum tidur, siapkan baju dan celana sepeda, jaket, celana panjang kantor dan pakaian dalam.

Poin 1 dan 2 di atas sudah disiapkan di kantor jauh-jauh hari dimana rencana Bike 2 Work digagalkan oleh hujan atau bangun kesiangan. Yang jadi masalah, karena saya tidak berencana Bike 2 Work, saya membawa pulang messenger bag dengan segala isinya. Jadilah di pagi hari, saya berangkat Bike 2 Work dengan messenger bag yang cukup berat dan padat , semakin berat karena ditambah celana panjang dan jaket.

Messenger bag memiliki kekurangan dibandingkan backpack. Messenger bag cuma memiliki 1 strap yang membebani satu sisi bahu, sedangkan backpack memiliki 2 strap yang membagi beban pada 2 bahu. Ditambah dengan isi tas yang cukup berat, setiap kali melewati jalanan yang kurang rata, tas akan bergerak memantul diatas punggung, menambah ketidaknyamanan Bike 2 Work.

Lain kali sepertinya, hujan atau tidak, persiapan Bike 2 Work tetap harus dilakukan.

Bike 2 Work Pamulang – Pondok Indah: Rute Baru

On the Road
Caught in the act. Tertangkap basah oleh Aris Caka

Rabu pagi kemarin saya kembali Bike 2 Work menuju Pondok Indah. Karena rute Bike 2 Work saya yang pertama dirasa terlalu jauh memutari Perumahan Bintaro Jaya, kali ini saya berniat untuk mencari rute yang lebih pendek.

Perjalanan diawali dengan rute sama, dari Hero Pamulang melewati Perumahan Gria Jakarta, Jalan Beringin, hingga Tanah TInggal, KM 5. Dari Tanah Tinggal, saya tidak belok kiri masuk jalan kecil menuju Bintaro Xchange, tapi lurus mengikuti jalan raya sampai perempatan McDonalds Tegal Rotan. Rute hari ini bisa dilihat di gambar dibawah

Hero Pamulang to Pondok Indah Route 2
Rute Bike 2 Work tanggal 21 Januari 2015

Perempatan McDonalds Tegal Rotan ini terkenal suka macet. Namun dengan sepeda, saya bisa lebih fleksibel dari sepeda motor. Saya tinggal angkat sepeda naik trotoar, dan melompati 1-2 lubang saluran air yang terbuka. Gak mungkin kan angkat sepeda motor untuk melompati lubang saluran air?

Dari perempatan McDonalds Tegal Rotan saya mengambil rute lurus. Menurut peta, seharusnya saya akan tiba di sekitar Stasiun Pondok Ranji. Bagian jalan ini agak kecil dan padat. Cuma muat 1 mobil, sehingga kecepatan pun melambat dibandingkan melalui Bintaro Xchange.

A Short Break
Kiri? Atau Kanan?

Cukup senang ketika akhirnya sampai di pertigaan ujung jalan kecil dan padat ini, sekitar KM 9. Di pertigaan ini saya berhenti sebentar untuk minum, sambil memeriksa peta.

Agak bingung melihat peta di Google Map, karena saya kurang paham dengan daerah sekitar. Akhirnya saya memutuskan percaya dengan angkot merah 08, dan belok kiri. Cukup lama mengikuti angkot ini, belok kanan, lalu kiri. Sampai tiba-tiba saya muncul di jalan raya, tepat didepan Mesjid Raya Bintaro Jaya, di KM 12.

Dari sini, saya mengikuti rute yang sama seperti Bike 2 Work minggu lalu, termasuk rute melewati Jl. Sultan Iskandar Muda. Cukup puas melewati Jl. Sultan Iskandar Muda, dengan jalan yang sedang mulus, sehingga sepeda bisa di pacu hingga 40 km/jam.

Breakfast at Starbucks
Sarapan pagi setelah mandi di Starbucks terdekat

Total panjang perjalanan sejauh 17.76 km, lebih singkat 1 km dari perjalanan minggu lalu. Meskipun demikian, waktu tempuh tidak berbeda jauh, karena rute hari ini melewati jalan yang lebih padat.

Rute perjalanan ini bisa dilihat di Endomondo atau di download sebagai .gps file di tautan ini.

Bike 2 Work Edisi 2: Pamulang – Pondok Indah

Weather Forecast 14 Jan 2015Setelah gagal Bike 2 Work tanggal 13 yang lalu, akhirnya meniatkan diri untuk mencoba Bike 2 Work edisi 2 ini hari Kamis tanggal 14 January 2015. Pagi hari menjelang subuh terdengar suara hujan. Untungnya sewaktu bangun tidur, hujan sudah berhenti. Turun ke bawah, lalu sarapan, sambil cek perkiraan cuaca. Mendung berawan, begitu kira-kira laporan perkiraan cuaca. Well, mungkin jalanan akan sedikit becek setelah hujan pagi tadi, tapi paling tidak gak harus naik sepeda sambil hujan-hujanan.

Habis makan, ganti baju, langsung bawa si biru Polygon Helios 400 ke luar. Rute yang di pilih adalah dari gedung bekas Hero Pamulang, lewat perumahan Gria Jakarta, Tanah Tinggal, Tegal Rotan, Bintaro Jaya, Kompleks Deplu hingga Pondok Indah. Rute ini lebih jauh dari rute Pamulang – Ciputat – Lebak Bulus. Tapi, biar agak muter dikit, supaya menghindari bis-bis besar di sepanjan Ciputat-Lebak Bulus. Rute perjalanan yang dipilih sejauh 18 km.

My Cycling Route: Hero Pamulang to Pondok Indah Mall
Rute Bike 2 Work Edisi 2, dari Hero Pamulang sampai Pondok Indah Mall

Segmen pertama dari Hero Pamulang hingga Tanah Tinggal sejauh 5 km, merupakan rute bike 2 work edisi 1 menuju Sudimara. Saya cukup hafal rute ini, setelah 2 tahun bike 2 work. Sampai pertigaan Tanah Tinggal, biasanya saya belok kiri menuju Stasiun Sudimara. Kali ini saya belok kanan menuju Tegal Rotan dan Perumahan Bintaro Jaya.

Jalan dari Tanah Tinggal menuju Tegal Rotan ternyata cukup becek. Ini yang saya khawatirkan, karena Helios 400 tidak memiliki fender. Sudah berusaha jalan sepelan mungkin supaya cipratan air tidak terlalu banyak. Tas pun sudah di tutup dengan sarung anti air. Tapi apa boleh buat, cipratan air tetap naik membasahi celana dan sarung tas. Akhirnya saya tidak sabar juga, dan mempercepat laju sepeda melewati Tegal Rotan.

Rute sepanjang Perumahan Bintaro Jaya sebenarnya cukup nyaman. Jalanan yang mulus cocok dengan road bike dengan roda tipis. Di sini speda bisa dipacu hingga 25-30 km/jam. Jalanan sedikit padat antara sektor 7 hingga Masjid Raya Bintaro Jaya dekat sektor 2. Selepas sektor 2, masuk ke Jalan Kesehatan yang menjadi 1 arah di pagi hari, sepeda kembali bisa dipacu 25-30 km/jam.

Selepas Bintaro Jaya, saya belok masuk ke arah Deplu. Pondok Pinang. Satu tantangan di segmen ini adalah jalan yang berkontur. Ada turunan yang cukup tajam, dilanjutkan tanjakan yang tajam. Tak jauh kemudia, tanjakan terakhir menjelang Pondok Pinang Center, sebelum akhirnya masuk ke Perumahan Pondok Indah.

Bike Parking at Pondok Indah Mall 2
Parkir Sepeda di sisi Selatan Pondok Indah Mall 2

Setelah parkir di Pondok Indah Mall 2, Endomondo menunjukkan 18.96 km. Jarak ini ditempuh sekitar 1 jam 3 menit, waktu yang kurang lebih sama apabila saya menggunakan mobil dari Pamulang ke Pondok Indah, via Ciputat – Lebak Bulus. “Not bad”, pikir saya.

Bagaimana rasanya masuk kerja setelah bersepeda selama 1 jam? Setelah mandi, yang saya rasakan pertama kali adalah lapar. Sebelum naik ke kantor, saya mengisi perut dengan jus alpukat murni untuk sumber energi. Badan pun kembali terasa segar setelah menghabiskan jus alpukat. Pikiran pun lebih segar, karena tidak keburu lelah dengan macetnya Jakarta.

Menjelang sore tiba-tiba kepikiran, kalo pulangnya masih harus gowes 18 km lagi, dan langit sudah mulai mendung…….

Avocado for Brunch
Post Bike 2 Work breakfast: Avocado Juice, with the rest of Jakarta in the background

Rute perjalanan ini bisa dilihat di Endomondo atau di download sebagai .gps file di tautan ini.

Persiapan Bike 2 Work Edisi 2

Weekend kemaren saya menghabiskan waktu untuk mempersiapkan sepeda Polygon Helios 400 untuk bike 2 work edisi 2. Kenapa edisi 2? Karena saya selama ini sudah bike 2 work edisi 1, yaitu edisi campur sari. Saat ini untuk mencapai kantor, saya sepedaan sekitar 5 km, lalu naik kereta Commuter Line, disambung dengan sepeda motor. Selengkapnya transportasi saya saat ini ada di tautan ini.

Skull Back Light
Lampu Belakang, biar selalu terlihat di malam hari

Dalam edisi 2 ini, rencana saya adalah untuk full bike 2 work dari rumah ke kantor. Jaraknya pun otomatis lebih jauh. Kalau diukur dengan mobil sekitar 12 km. Persiapan yg dibutuhkan juga lebih banyak.

Dulu, saya cukup mandi di rumah. Bersepeda 5 km di jalan yang tidak terlalu ramai tidak terlalu bikin bau dan berkeringat. Sekarang, saya butuh mandi di kantor, karena bersepeda 12 km di antara bis kota tentu membuat badan bau asap, lengket dan berkeringat. Persiapan pertama yang saya lakukan adalah dengan mendaftar di sebuah gym di gedung sebelah kantor

Sewaktu masih naik commuter line, saya cukup bawa baju ganti. Saya bisa naik sepeda 5 km dengan celana dan sepatu kerja. Tentunya hal ini cukup tidak nyaman untuk bersepeda sejauh 12 km. Selain celana jadi bau dan berdebu, sepatu juga bisa cepat rusak. Persiapan kedua yang saya lakukan adalah dengan meninggalkan sepatu dan kemeja kerja di kantor. Kok kemeja? Ya, supaya space untuk kemeja bisa saya gunakan untuk bawa celana kerja.

Persiapan terakhir adalah sepeda yang nyaman. Sepeda Federal saya cukup nyaman untuk dipakai sejauh 5 km. Tapi, untuk jarak yang lebih jauh, sepeda tersebut agak berat. Makanya saya mau coba dengan sepeda Polygon Helios 400. Persiapan saya selama akhir minggu kemaren tiday banyak. Saya hanya memindahkan lampu2 dan perlengkapan darurat sepeda ke Helios 400 ini. Daftar perlengkapannya pun sama seperti yang saya gunakan sekarang, bisa dilihat di tautan ini.

Front Light
Lampu depan. Mendukung mode kedip atau selalu menyala

So, tinggal tunggu tanggal mainnya, besok tanggal 13 Januari. Sekarang tinggal persiapan mental dan semoga cuaca lebih cerah dari pagi ini. See you on the road

Bike 2 Work Emergency Kit

One night, tired after long day at the office, I’m on my bicycle for 5km back home. And suddenly halfway down, my left pedal gave way. It fall off from the hub. For 3 km, I only use my right pedal. Twenty minutes later, I arrived at home with a very sore right feet.

I consider myself lucky. It could be worse that a tire blew up. That will end up me pushing my bike to home. Or it can happen way further from home. Both scenario, if happen at night, will make my way home very miserable.

Learning from that lesson, I surf the net to build my ultimate bike survival kit. The one that is shown in the picture below is far from ideal. However, it has saved me from flat tire and other episodes of loose pedal.

Bike Tool Kit

From top left clockwise, here is my bike survival kit and the purpose of it:

  1. 15/16-Inch Combination Wrench. It is used to open my rear tire, which is not equipped with quick release yet.
  2. 15mm T-Wrench. It is for fastening loose pedal.
  3. Zefal Viteo Double Action Mini Bicycle Pump (Black). Used to pump air after fixing flat tire
  4. Tire Repair Patch Kit. It comes with 3 patch for small puncture, sandpaper for cleaning up puncture area, and tire release handle
  5. 26″ Inner Tube. It is just a regular inner tube that I bought for Rp. 50.000/$5 at local bike store.

There are still few thing missing here that I would like to add:

  1. Chain repair kit. Never know when the chain decide to give up

Anything else should I add? Or if you bike 2 work regularly, showcase your emergency kit in the comment below