Tag Archives: jakarta marathon

Today I’m (not) Running Jakarta Marathon

Butuh sebuah kedewasaan untuk mengatakan tidak terhadap sebuah pekerjaan, apalagi untuk sebuah acara bersenang-senang seperti Jakarta Marathon 2015. Dan hari ini saya membuktikan hal itu dengan memutuskan untuk tidak ikut berlari di Jakarta Marathon 2015.

Empat hari sebelum Jakarta Marathon 2015, tepatnya hari Rabu tanggal 21 Oktober 2015. Dalam sebuah pertandingan basket di kantor tempat saya bekerja, tiba-tiba terasa seperti ada yang memukul betis kanan saya. Betis kanan langsung terasa sangat sakit. Saking sakitnya, saya haru turun tangga dengan menggunakan kaki kiri, disusul dengan kaki kanan.

Berbagai macam upaya dilalukan untuk mengembalikan fungsi otot betis dalam waktu singkat demi Jakarta Marathon 2015. Mulai dari mengenakan compression selama 24 jam, kompres es, semprotan obat tradisional cina, hingga terakhir memanggil tukang urut. Hasilnya cukup memuaskan. Kaki kanan sudah bisa digunakan untuk naik/turun tangga, dan melompat. Masih terasa ada yang mengganjal, terutama ketika mengubah arah berjalan dengan mendadak, dan apabila duduk terlalu lama, kaki masih terasa nyeri ketika berjalan.

Dan ketika saya duduk di dalam mobil pagi ini, saya memutuskan untuk tidak berangkat. Lets save this leg for another, bigger purpose.

I'm not Running Jakarta Marathon 2015

Lalu, apakah tidak sedih? Kecewa?

Tentu saja kecewa. Ini adalah pertama kali saya memutuskan untuk tidak berdiri di garis start setelah mendaftar di sebuah lomba lari. Sedih, karena ini artinya koleksi medali Jakarta Marathon saya tidak akan lengkap. Lagipula, agak rindu rasanya dengan keriaan sebuah acara lari sebesar Jakarta Marathon, dan bertemu teman-teman lama yang sudah lari bersama-sama sejak lomba lari di Jakarta hanya dihadiri 150 pelari saja.

Tapi, pada akhirnya, ini hanyalah sebuah acara lari. Acara ini bukan pertama kalinya saya berlari 21 km, bukan pertama kalinya saya ikut Jakarta Marathon, dan bukan pertama kalinya saya berlari 21 km di Jakarta Marathon.

Jadi selanjutnya apa? For sure, I’m going back to sleep, to my comfy bed and my wife.

Masih ada tujuan besar saya tahun ini, yaitu target lari 10 km dibawah 60 menit. So far saya masih harus memotong 5 menit untuk mencapai target ini, masih ada waktu. Dan yang terbesar adalah, saya berencana untuk kembali berlari Marathon di tahun 2016. Dan tentunya, saya membutuhkan otot betis kanan saya untuk kedua hal itu.

So, beware Jakarta Marathon, I’m coming back next year, with a vengeance