Tag Archives: pamulang

Belajar Bertani di Kebun Darling, Pamulang

Pagi itu di dalam area parkir Kebun Darling terlihat 2 buah bis berukuran besar yang sudah parkir. Bis-bis tersebut membawa rombongan untuk sebuah pelatihan mengenai kesadaran lingkungan, yang terdiri dari mengurangi sampah dengan membuat kompos, dan hidrponik. Topik kedua ini yang membawa saya menjadi peserta di pelatihan kali ini.

Welcome to Kebun Darling

Kebun darling (Sadar Lingkungan) diprakarsai oleh Gereja Santo Barnabas di Pamulang. Sadar bahwa untuk memberikan pengaruh lebih besar dari sebatas lingkungan Gereja, Kebun Darling menggandeng pemerintah daerah dan kalangan non-Katolik untuk ikut berpartisipasi.

“Salah satu program kami adalah Bank Sampah“, jelas pengurus Kebun Darling yang membuka acara. “Bank ini menerima sampah yang sudah dipilah-pilah, seperti botol plastik, atau sampah makanan dari dapur. Lalu bank akan memberikan buku tabungan layaknya bank, yang berisi saldo sampah dalam bentuk uang hasil pengolahan sampah tersebut.”

Lalu, apakah penduduk perkotaan masih peduli untuk mengumpulkan dan memilah sampah? Kebanyakan orang hanya memasukkan sampah kedalam plastik, diuntel-untel, terus dibuang ke tong sampah. “Target market kami bukan pemilik rumah”, jawab pengurus Kebun Darling. “Target kami adalah para asisten rumah tangga, dan ini akan menjadi penghasilan tambahan mereka.”

Garbage Bank

Selain Bank Sampah, Kebun Darling juga memiliki lahan khusus hidroponik. Lahan ini dikelola oleh penduduk sekitar. Hasil dari lahan hidroponik ini kemudian dijual di tempat, atau di Gereja, untuk membiayai operasional Kebun Darling. Ketika saya di sana, sedang ada proyek pengerjaan pertanian hidroponik berukuran 4×3 meter. Cukup besar.

Hydroponic Set Up

Masih banyak lahan luas disekeliling saung pelatihan dan Bank Sampah yang menunggu untuk dikelola. Seperti pada tujuan awalnya, Kebun Darling masih memulai untuk pertanian organik. Untuk yang berminat belajar, membantu, atau apapun, bisa menghubungi Paroki Santo Barnabas Pamulang di 021-74713567, 021-74713568, 021-7401017.

Foto-foto lainnya di Kebun Darling bisa di lihat di tautan ini.

Photo Post: Serenity

Serenity: the state of being calm, peaceful, and untroubled.

It is not easy to find Serenity in the crowded, fast paced, and polluted city such as Jakarta. But if you are lucky enough to stay in the suburb that surround Jakarta, wake up early enough before dawn and walk outside in the morning, there are still places that are calm and peaceful.

Feels Like Bali

Naturally, I feel calm and peaceful each time I’m going for a run. All the trouble in the world are, for the moment I’m on the run, put aside, replaced by intense focus on finishing the run.

But, when passing through an undeveloped piece of road leading to a housing complex, my focus shift from finishing the run to the scenery. To the morning sun ray passing through the leaves. To the morning mist that recede to give way to daylight.

This is the place and time where I find my serenity.

This post is written in response to WordPress weekly photo challenge: Serenity

Bike 2 Work Pamulang – Pondok Indah: Rute Baru

On the Road
Caught in the act. Tertangkap basah oleh Aris Caka

Rabu pagi kemarin saya kembali Bike 2 Work menuju Pondok Indah. Karena rute Bike 2 Work saya yang pertama dirasa terlalu jauh memutari Perumahan Bintaro Jaya, kali ini saya berniat untuk mencari rute yang lebih pendek.

Perjalanan diawali dengan rute sama, dari Hero Pamulang melewati Perumahan Gria Jakarta, Jalan Beringin, hingga Tanah TInggal, KM 5. Dari Tanah Tinggal, saya tidak belok kiri masuk jalan kecil menuju Bintaro Xchange, tapi lurus mengikuti jalan raya sampai perempatan McDonalds Tegal Rotan. Rute hari ini bisa dilihat di gambar dibawah

Hero Pamulang to Pondok Indah Route 2
Rute Bike 2 Work tanggal 21 Januari 2015

Perempatan McDonalds Tegal Rotan ini terkenal suka macet. Namun dengan sepeda, saya bisa lebih fleksibel dari sepeda motor. Saya tinggal angkat sepeda naik trotoar, dan melompati 1-2 lubang saluran air yang terbuka. Gak mungkin kan angkat sepeda motor untuk melompati lubang saluran air?

Dari perempatan McDonalds Tegal Rotan saya mengambil rute lurus. Menurut peta, seharusnya saya akan tiba di sekitar Stasiun Pondok Ranji. Bagian jalan ini agak kecil dan padat. Cuma muat 1 mobil, sehingga kecepatan pun melambat dibandingkan melalui Bintaro Xchange.

A Short Break
Kiri? Atau Kanan?

Cukup senang ketika akhirnya sampai di pertigaan ujung jalan kecil dan padat ini, sekitar KM 9. Di pertigaan ini saya berhenti sebentar untuk minum, sambil memeriksa peta.

Agak bingung melihat peta di Google Map, karena saya kurang paham dengan daerah sekitar. Akhirnya saya memutuskan percaya dengan angkot merah 08, dan belok kiri. Cukup lama mengikuti angkot ini, belok kanan, lalu kiri. Sampai tiba-tiba saya muncul di jalan raya, tepat didepan Mesjid Raya Bintaro Jaya, di KM 12.

Dari sini, saya mengikuti rute yang sama seperti Bike 2 Work minggu lalu, termasuk rute melewati Jl. Sultan Iskandar Muda. Cukup puas melewati Jl. Sultan Iskandar Muda, dengan jalan yang sedang mulus, sehingga sepeda bisa di pacu hingga 40 km/jam.

Breakfast at Starbucks
Sarapan pagi setelah mandi di Starbucks terdekat

Total panjang perjalanan sejauh 17.76 km, lebih singkat 1 km dari perjalanan minggu lalu. Meskipun demikian, waktu tempuh tidak berbeda jauh, karena rute hari ini melewati jalan yang lebih padat.

Rute perjalanan ini bisa dilihat di Endomondo atau di download sebagai .gps file di tautan ini.

Bike 2 Work Edisi 2: Pamulang – Pondok Indah

Weather Forecast 14 Jan 2015Setelah gagal Bike 2 Work tanggal 13 yang lalu, akhirnya meniatkan diri untuk mencoba Bike 2 Work edisi 2 ini hari Kamis tanggal 14 January 2015. Pagi hari menjelang subuh terdengar suara hujan. Untungnya sewaktu bangun tidur, hujan sudah berhenti. Turun ke bawah, lalu sarapan, sambil cek perkiraan cuaca. Mendung berawan, begitu kira-kira laporan perkiraan cuaca. Well, mungkin jalanan akan sedikit becek setelah hujan pagi tadi, tapi paling tidak gak harus naik sepeda sambil hujan-hujanan.

Habis makan, ganti baju, langsung bawa si biru Polygon Helios 400 ke luar. Rute yang di pilih adalah dari gedung bekas Hero Pamulang, lewat perumahan Gria Jakarta, Tanah Tinggal, Tegal Rotan, Bintaro Jaya, Kompleks Deplu hingga Pondok Indah. Rute ini lebih jauh dari rute Pamulang – Ciputat – Lebak Bulus. Tapi, biar agak muter dikit, supaya menghindari bis-bis besar di sepanjan Ciputat-Lebak Bulus. Rute perjalanan yang dipilih sejauh 18 km.

My Cycling Route: Hero Pamulang to Pondok Indah Mall
Rute Bike 2 Work Edisi 2, dari Hero Pamulang sampai Pondok Indah Mall

Segmen pertama dari Hero Pamulang hingga Tanah Tinggal sejauh 5 km, merupakan rute bike 2 work edisi 1 menuju Sudimara. Saya cukup hafal rute ini, setelah 2 tahun bike 2 work. Sampai pertigaan Tanah Tinggal, biasanya saya belok kiri menuju Stasiun Sudimara. Kali ini saya belok kanan menuju Tegal Rotan dan Perumahan Bintaro Jaya.

Jalan dari Tanah Tinggal menuju Tegal Rotan ternyata cukup becek. Ini yang saya khawatirkan, karena Helios 400 tidak memiliki fender. Sudah berusaha jalan sepelan mungkin supaya cipratan air tidak terlalu banyak. Tas pun sudah di tutup dengan sarung anti air. Tapi apa boleh buat, cipratan air tetap naik membasahi celana dan sarung tas. Akhirnya saya tidak sabar juga, dan mempercepat laju sepeda melewati Tegal Rotan.

Rute sepanjang Perumahan Bintaro Jaya sebenarnya cukup nyaman. Jalanan yang mulus cocok dengan road bike dengan roda tipis. Di sini speda bisa dipacu hingga 25-30 km/jam. Jalanan sedikit padat antara sektor 7 hingga Masjid Raya Bintaro Jaya dekat sektor 2. Selepas sektor 2, masuk ke Jalan Kesehatan yang menjadi 1 arah di pagi hari, sepeda kembali bisa dipacu 25-30 km/jam.

Selepas Bintaro Jaya, saya belok masuk ke arah Deplu. Pondok Pinang. Satu tantangan di segmen ini adalah jalan yang berkontur. Ada turunan yang cukup tajam, dilanjutkan tanjakan yang tajam. Tak jauh kemudia, tanjakan terakhir menjelang Pondok Pinang Center, sebelum akhirnya masuk ke Perumahan Pondok Indah.

Bike Parking at Pondok Indah Mall 2
Parkir Sepeda di sisi Selatan Pondok Indah Mall 2

Setelah parkir di Pondok Indah Mall 2, Endomondo menunjukkan 18.96 km. Jarak ini ditempuh sekitar 1 jam 3 menit, waktu yang kurang lebih sama apabila saya menggunakan mobil dari Pamulang ke Pondok Indah, via Ciputat – Lebak Bulus. “Not bad”, pikir saya.

Bagaimana rasanya masuk kerja setelah bersepeda selama 1 jam? Setelah mandi, yang saya rasakan pertama kali adalah lapar. Sebelum naik ke kantor, saya mengisi perut dengan jus alpukat murni untuk sumber energi. Badan pun kembali terasa segar setelah menghabiskan jus alpukat. Pikiran pun lebih segar, karena tidak keburu lelah dengan macetnya Jakarta.

Menjelang sore tiba-tiba kepikiran, kalo pulangnya masih harus gowes 18 km lagi, dan langit sudah mulai mendung…….

Avocado for Brunch
Post Bike 2 Work breakfast: Avocado Juice, with the rest of Jakarta in the background

Rute perjalanan ini bisa dilihat di Endomondo atau di download sebagai .gps file di tautan ini.