Tentang Tempat Duduk Prioritas

Sebagai pengguna rutin jasa kereta listrik Commuterline, saya cukup akrab dengan tulisan dan lambang tempat duduk prioritas, baik di dalam kereta maupun di stasiun. Isinya adalah himbauan untuk memberikan tempat duduk untuk komuter prioritas sebagai berikut:

  1. Wanita hamil
  2. Ibu yang membawa anak kecil
  3. Komuter berusia lanjut
  4. Penyandang cacat

Untuk nomor 1, 3 dan 4 rasanya jelas. Tapi untuk nomor 2, kenapa cuma ibu? Bagaimana kalau ada bapak yang berpergian hanya berdua dengan anaknya yang masih kecil?

Priority Seat

Ketika saya pertama kali naik Commuterline dengan anak balita, saya sempat khawatir apakah ada yang rela memberikan tempat duduknya. Bukan untuk saya, tapi untuk anak balita. Naik dari Stasiun Sudimara menuju Tanah Abang, untungnya ada rombongan ibu-ibu yang membawa anak-anak mereka rela berbagi, sehingga anak balita bisa nyelip bersama anak-anak mereka.

Di lain waktu, dengan rute yang sama, seorang pria muda rela memberikan tempat duduknya untuk si anak balita. Jadi kesimpulan sementara, meskipun tempat duduk prioritas ditujukan untuk ibu dengan anak kecil, ternyata pengguna Commuterline cukup paham kalau bapak dengan anak kecil juga memerlukan prioritas untuk anaknya. Mungkin himbauan prioritasnya perlu di perbaharui?

Tapi ada 1 lagi yang menarik. Saya pernah mendengar seorang wanita paruh baya yang menjawab ketika ditanya kenapa tidak mau naik di gerbong khusus wanita. Jawabannya: “Kalau di gerbong khusus wanita jarang yang mau ngasih tempat duduk. Kalau di gerbong umum, biasanya selalu ada yang ngasih tempat duduk.”

Observasi saya selama naik Commuterline, belum pernah saya melihat ada wanita yang memberikan tempat duduknya kepada yang lebih membutuhkan. Mungkin karena selalu ada pria baik hati yang memberikan tempat duduknya kepada yang membutuhkan lebih dulu?

Well, bicara soal siapa yang harus mengalah soal tempat duduk prioritas, atau tempat duduk yang bukan prioritas, memang tidak ada habisnya. Sebagai penutup, saya berikan beberapa situasi yang mungkin terjadi. Silahkan dijawab sendiri.

  1. Pria duduk, lalu ada wanita muda, sehat dan sedang tidak hamil. Apakah pria harus memberikan tempat duduk kepada wanita tersebut?
  2. Pria usia lanjut, dan wanita muda, sehat dan sedang tidak hamil. Siapa yang patut mendapatkan tempat duduk prioritas?
  3. Pria muda sehat membawa anak dibawah 5 tahun, dan wanita muda, sehat, dan sedang tidak hamil. Siapa yang patut mendapatkan tempat duduk?

Salam commuter line

2 thoughts on “Tentang Tempat Duduk Prioritas”

    1. Exactly. Thankfully, just as people sometime pretend to ignore the sign and refuse to give up their seats, there are also people who willingly to give their seats for small kids. First hand experience of father traveling with 4 years old toddler.

Leave a Reply