Categories
For Human Being

Praktek Meditasi Harian

Mind over body, sebuah istilah yang cukup populer di dunia psikologi dan kesehatan. Namun buat saya, it is Mind And Body. Keduanya antara pikiran dan raga harus berjalan selaras. Tidak cukup hanya melatih raga saja, melalui olah raga, tanpa melatih pikiran. Dan begitu juga sebaliknya, melatih pikiran juga harus diikuti dengan latihan raga.

Salah satu bentuk latihan pikiran adalah dengan meditasi. Ada banyak cara untuk belajar meditasi, bisa secara daring melalui beberapa podcast, video Youtube atau aplikasi seperti Headspace dan Insight Timer, atau juga bisa dengan tatap muka, seperti melalui kelas-kelas reguler yang diadakan Bali Usada.

Latihan pikiran melalui meditasi sangat baik dilakukan setiap hari. Tidak perlu lama, cukup 10-15 menit akan membantu kita memiliki fokus yang lebih baik, pikiran lebih positif dan emosi yang lebih stabil.

Berikut ini adalah latihan meditasi yang saya lakukan setiap hari antara 10-20 menit. Masing-masing bagian lamanya sekitar kurang lebih 5-10 menit, sehingga apabila sedang terburu-buru, saya melewati bagian ketiga.

  1. Loving-Kindness. Meditasi diawali dengan membentuk pikiran positif, dengan berharap agar kita, orang-orang di sekitar kita, orang-orang lain, dan seluruh alam semesta dalam keadaan sehat dan bahagia
  2. Mindfulness. Bagian kedua ini adalah melatih fokus pikiran ke saat ini, untuk melatih kita lebih sadar dan fokus akan apa yang kita lakukan, akan lingkungan sekitar kita. Setelah tahapan loving-kindness, latihan mindfulness juga mengurangi kekhawatiran berlebihan akan masa depan.
  3. Body Scan. Setelah memiliki fokus yang baik, maka selanjutnya kita berbicara dan merasakan tiap bagian dari badan kita. Tujuannya untuk mendengarkan badan kita apabila ada yang sakit, yang tegang, atau yang terasa tidak enak. Lalu, bagian-bagian ini direspon dengan pikiran positif. Bagian ini bisa dimulai dari ubun-ubun kepala ke ujung kaki, atau sebaliknya.

Masih banyak meditasi-meditasi lainnya untuk melatih pikiran dan mental kita, seperti meditasi Gratitude, Chakra, Grounding, dan lain sebagainya. Meditasi lainnya tersebut bisa digunakan sebagai tambahan dari meditasi inti sebagai bagian dari praktek meditasi rutin.

Selamat bermeditasi. May you all be happy, healthy, well and in peace.

Photo by JD Mason on Unsplash

Categories
For Human Being

Tetap Positif Dalam Pandemi COVID-19

Pandemi Virus Corona, atau dikenal dengan nama resmi Virus COVID-19, tentu membuat banyak orang menjadi khawatir. Sepertinya semua isi media sosial tidak jauh dari virus Corona, COVID, social distancing, lockdown dan rush perlengkapan kebersihan dan bahan sembako.

Bicara tentang lockdown dan social distancing ini juga menarik. Manusia pada dasarnya adalah mahluk sosial, dan membutuhkan interaksi dengan manusia lainnya. Social distancing dan himbauan untuk tetap tinggal di rumah tentunya menambah tingkat stress. Sudah beredar juga beberapa meme dan guyonan kalau kita tinggal di rumah selama 2 minggu, kita akan mati duluan oleh pasangan kita, bukan karena virus.

Dalam situasi seperti ini, sangat penting untuk menjaga kondisi mental kita sendiri. Adalah penting untuk tidak menjadi panik dan tidak khawatir berlebihan.

Untuk saya, demi menjaga kondisi mental saya, adalah penting untuk selalu berpikiran positif. Caranya, dengan mengurangi hal-hal yang memberikan kontribusi pikiran negatif, dan memperbanyak hal-hal yang memberikan kontribusi pikiran positif. Berikut hal-hal nyata yang saya lakukan untuk memperkuat pikiran positif.

  1. Kurangi konsumsi media sosial dan aplikasi chat seperti Facebook, Whatsapp, dan lain-lain. Tidak semua informasi yang beredar di media sosial dan chat adalah informasi yang benar. Dan kalaupun benar, belum tentu relevan. Seperti misalnya, lockdown di negara lain yang berada di benua lain sama sekali tidak ada hubungannya dengan penyebaran Virus Corona di sekitar kita
  2. Keluar rumah sekedar mendapatkan sinar matahari dan udara segar. Social distancing artinya tidak berada dekat dengan orang lain, bukan berarti kita harus 24 jam berada di dalam rumah. Salah satu efek pandemi Corona adalah udara menjadi lebih bersih. Jadi, ini adalah saat yang baik untuk keluar rumah dan menghirup udara segar.
  3. Berdoa dan bermeditasi. Kedua hal ini berbeda, tapi memiliki manfaat yang sama untuk memberikan sedikit ketenangan. Berdoalah agar kita senantiasa dalam lindungan Yang Maha Kuasa dan agar kita selalu tenang menghadapi hal-hal diluar kontrol kita. Bermeditasi supaya kita fokus pada hal-hal yang terjadi saat ini, bahwa tidak ada kondisi yang kekal, dan apa yang terjadi akan berlalu.
  4. Telepon orang tua, saudara dan teman-teman. Mungkin kita terbiasa berkomunikasi dengan orang tua, saudara dan teman-teman kita melalui Whatsapp. Tapi, tidak ada yang bisa menggantikan pembicaraan melalui suara, entah melalui panggilan suara atau panggilan video.
  5. Kerjakan pekerjaan rumah bersama-sama. Selain membantu meringankan pekerjaan, berbagi tugas juga menyibukkan dan menjalin komunikasi antar anggota keluarga. Beberapa kegiatan antara lain cuci piring bersama, cuci mobil bersama, setrika bersana, dan lain-lain.

Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan mental kita, sehingga kita tetap menyebarkan aura baik. Bersama-sama kita akan bisa melalui pandemi Virus Corona.

Cover Photo by Viktor Forgacs on Unsplash