Tag Archives: 10Under60

Combi Run 2015: Lomba Pertama di Alam Sutra

Acara lari Combi Run 10k 2015 merupakan lomba pertama saya di Alam Sutra, sekaligus ajang percobaan kedua saya untuk berlari sejauh 10 km dalam waktu dibawah 60 menit. Sejujurnya saya masih tidak berharap banyak akan mencapai target 60 menit, bahkan untuk lebih baik dari Telkomsel HaloFit Run 2015 dimana saya menyelesaikan lari 10 km dalam waktu 1 jam 9 menit.

Berdiri di area start dengan posisi agak belakang karena tidak mengejar target, saya malah sibuk ngobrol dengan beberapa teman, sesama pelari tanpa target. Karena start dari posisi cukup belakang, butuh hampir 2 menit ketika saya akhirnya melewati garis start.

Kilometer-kilometer awal dilalui dengan menyusuri rute belakang Living World, melewati club house golf Alam Sutra. Angin semilir dingin cukup membantu menjaga suhu tubuh dan detak jantung untuk berlari lebih kencang. Sepertinya bukan hanya saya yang merasa terbantu. Mendekati 4 km, rombongan pelari masih cukup padat. Padahal, di kebanyakan lomba lari lainnya, kepadatan pelari sudah berkurang melewati 2 km.

Melewati 5 km, matahari mulai naik. Cuaca mulai panas dan rute melewati jalan utama Alam Sutera yang masih jarang pepohonan. Untungnya rute hingga 5 km ini cukup rata, sehingga saya masih sanggup menjaga kecepatan. Akan tetapi banyak yang sudah mulai jalan, sehingga kepadatan pelari mulai berkurang.

Ketika memasuki checkpoint 6 km di depan Mall Alam Sutera, waktu menunjukkan kecepatan saya rata-rata 6:15 menit/km. Cukup senang, karena dengan kecepatan ini saya akan finish lebih cepat dari Telkomsel HaloFit Run.

Saya sempat berharap untuk paling tidak menyamai rekor terbaik saya untuk 10 km. Tapi memang, jumlah latihan yang kurang tidak bisa ditipu. Melewati 8 km, saya mulai kedodoran dan sempet beberapa kali jalan kaki. Pada akhirnya saya harus puas untuk finish dengan waktu chip 1 jam 5 menit.

Hasil Lomba Combirun 2015
Hasil lomba Combirun 2015 10k

Terus terang, untuk yang hanya latihan lari 5-7 km per minggu, hasil ini cukup bagus. Setidaknya hasil latihan core sejak awal tahun sudah menunjukkan hasil dengan memangkas waktu 10 km dari 1 jam 22 menit menjadi 1 jam 5 menit.

Lalu, bagaimana caranya memangkas 5 menit lagi untuk mencapai 10 km di sisa 3 bulan di tahun 2015? Selain melanjutkan latihan core, jumlah latihan lari per minggu juga harus ditingkatkan. Jadi yuk, lari dulu….

Sub 70 Minutes 10k Run

Saya langsung melihat jam tangan begitu melewati penanda kilometer 8. Jam saya menunjukkan waktu 56 menit. Masih ada waktu untuk finish dibawah 1 jam 10 menit, kalau saya bisa menyelesaikan 2 km terakhir dibawah 7 menit per km. Bukan hal yang mudah, karena setelah berlari 8km, saya merasa sangat lelah. Jantung sangat berdepar, dan kaki mulai terasa pegal dan sakit.

5 KM Pertama

Satu jam yang lalu, saya berdiri di garis start lomba lari 10k HaloFit run. Tadinya lomba ini merupakan ajang untuk menguji latihan saya selama ini. Tapi apa daya, yang disebut latihan adalah tidak lebih dari lari 10km seminggu, sepeda berpuluh-puluh km, dan beberapa kelas di gym. Lari 10k seminggu, apakah cukup untuk membuat peningkatan kecepatan lari?

Lomba pun dimulai. Cukup sulit untuk lari lebih kencang di awal-awal lomba, karena banyaknya peserta. Sedikit demi sedikit kepadatan pelari mulai berkurang. Beberapa mulai jalan karena mulai terlalu cepat, suatu kesalahan yang cukup sering dilakukan. Mempertahankan kecepatan yang sama, saya berhasil melewati beberapa teman yang juga mulai terlalu cepat.

Menjelang km 3 terdapat tanjakan landai sekitar 1 km. Semakin banyak peserta yang beralih dari lari menjadi jalan. Seperti di Bali Marathon tahun lalu, tanjakan panjang ini tidak terlalu menjadi masalah besar. Melewati km 4 saya mulai berpikir, mungkin latihan sepeda telah memperkuat otot quadriceps. Setelah tanjakan landai saya merasa masih cukup banyak tenaga tersisa.

KM 5 saya lewati dengan total waktu 36 menit, dan sedikit rasa lelah.

Dibawah 7 menit per KM

Di water station km 5, sebuah pikiran terbersit di benak saya. “Kalau saya bisa lari lebih cepat, mungkin lomba ini bisa diselesaikan dalam waktu 70 menit”. Catatan waktu 10 km dalam waktu 70 menit akan menjadi waktu tercepat saya dalam 2 tahun belakangan ini. Mari mempercepat lari, dan menyelesaikan 5 km terakhir lebih cepat dari 5 km pertama, pikir saya. Negative split.

Matahari mulai tinggi ketika saya tiba di km 8. Total 20 menit dihabiskan untuk 3 km sejak km 5, rata-rata kurang dari 7 menit per km. Dua kilometer lagi, dan saya akan finish dibawah 70 menit apabila bisa mempertahankan kecepatan. Detak jantung sudah mencapai 80% maximum. Mempertahankan kecepatan dibawah 7 menit per km bukan hal yang mudah.

Disaat saya berpikir bahwa sisa perlombaan hanya sebuah jalan lurus, tiba-tiba kami dibelokkan ke kiri. Semangat sempat drop melihat didepat ada sebuah U-turn. Belokan in hanya untuk mencapai jarak total 10k.

Garis Finish

Suara musik dari garis finish sudah mulai terdengar. “Ini bukan halusinasi kan?”, pikir saya. Antara sadar dan tidak, saya semakin menambah kecepatan.

Ketika jam Polar saya berbunyi di KM 10, waktu lomba menunjukkan 1 jam 8 menit. Tapi, seperti biasa, Selalu ada selisih jarak antara jam GPS dan jarak official. Garis finish masih beberapa ratus meter di depan saya.

Hal pertama yang saya lakukan setelah melewati garis finish adalah mematikan jam Polar. Total waktu 1 jam 9 menit.

Fast Fit, Body Pump, and Maybe, CrossFit?

Fast Fit: New school circuit training using total body integration and fusing High Intensity Interval Training (HIIT), Pilates and Yoga. One of the most versatile programs that can be adapted to different people with different proficiencies.

Since I joined Celebrity Fitness last January, Fast Fit has been the only class that I consistently joined. The Fast Fit class simply match my goal to train my core muscle, improve overall body stability and flexibility.

Plus, the class never get boring. Each week, we have a different sets of move from previous week. Each move has its own station. During the entire session, we will take turn at each of the station, performing reps that will train the strength and coordination of  core muscle, biceps, triceps, glutes, hamstring, back, and all other muscle in the body.

If you are curious, the video below will give some insight on typical Fast Fit class. Beware that, after my first session, I can hardly wake up in the morning due to sore muscle.

Last week, after 2 months of doing Fast Fit, I joined Les Mills Body Pump class. Different with Fast Fit, Body Pump train muscle group in isolation. I see the class as the fastest way to build your strength, and combined with Fast Fit, will improve your overall stability and physical fitness.

Now, after Fast Fit and Body Pump, should I join the ultimate fitness challenge, the CrossFit? I’m intrigued, especially since CrossFit website offers all of the instruction video for you to do at home. So far the challenge for me is the time of CrossFit class in Jakarta, which is 6am in Friday morning at the downtown Jakarta.

So, only time will tell, whether I will join Cross Fit or not…..

10 KM Under 60 Minutes Project

Proyek 10 km Under 60 Minutes (#10Under60) adalah proyek lari saya di tahun 2015 ini. Seperti namanya, target proyek ini adalah untuk menyelesaikan lomba lari 10 KM di bawah 60 menit.

10 KM Under 60 Minutes
Semua bisa lari kencang kalau dikejar Clone Trooper

Kenapa sih 10 km? Padahal kan saya sudah menyelesaikan 3 Marathon? Kenapa tidak fokus memeprbaiki catatan waktu Marathon saja? Atau beralih ke Ultra Marathon?

Alasan pertama adalah waktu. Latihan Marathon, apalagi Ultra Marathon, membutuhkan komitmen waktu yang banyak. Sementara, kondisi keluarga saya saat ini menuntut saya untuk lebih banyak waktu di rumah. Apalagi anak saya akan mulai sekolah setiap hari mulai bulan Agustus. Jadi, untuk tahun ini, saya memutuskan untuk tidak ikut Marathon, dan akan lebih fokus ke jarak yang lebih pendek.

Alasan kedua, variasi. Lari jarak jauh seperti Marathon atau Half Marathon menggunakan otot yang berbeda dengan lari jarak yang lebih singkat, seperti 5 km dan 10 km. Setelah 2 tahun terakhir berlatih Marathon, otot untuk lari jarak pendek saya menjadi kurang terlatih. Hal ini terlihat dari catatan waktu 10 km saya, dari 63 menit di Februari 2013, melorot hingga hampir 90 menit. Harapannya, sambil berlatih untuk 10 km, catatan waktu saya juga akan lebih baik ketika saya memutuskan kembali berlari Marathon.

Lalu, kenapa tidak mulai dari 5 km? Well, karena, saya sudah pernah menyelesaikan lomba lari 5 km dibawah 30 menit. Catatan waktu terbaik saya untuk 5 km adalah 28 menit 44 detik. Menurut teori, seharusnya saya bisa menyelesaikan lomba 10 km dibawah 60 menit.

Jadi, inilah yang menjadi target saya: Menyelesaikan lari 10 km dibawah 60 menit