Categories
For Human Being

Berolahraga Ditengah Lockdown

Meskipun kita sedang tidak bisa kemana-mana dalam masa Lockdown COVID-19, bukan berarti kita tidak berolah raga. Bahkan, olah raga tetap diperlukan selama periode Lockdown ini, karena kita cenderung kurang bergerak di dalam rumah dan sebentar-sebentar buka kulkas untuk ngemil.

Buat saya sendiri, olah raga secara teratur membantu menjaga mood, tingkat energi dan konsentrasi. Hal ini menjadi lebih penting, karena selama periode Lockdown ini kesibukan di rumah justru berkali-kali lipat, antara urusan pekerjaan dan menjadi guru bagi anak yang juga belajar di rumah.

Untuk yang terbiasa berolah raga di Gym, tentu saja

  • Lari pagi atau bersepeda di luar. Dengan berolah raga di luar, kita juga mendapatkan sinar matahari yang dibutuhkan sebagai sumber Vitamin D. Tetap lakukan prosedur keamanan selama COVID-19, dengan tidak berlari secara bergerombol, menjaga jarak ketika mendahului, dan segera mandi dan cuci semua pakaian setelah pulang ke rumah.
  • Untuk yang merasa berolah raga di luar memiliki resiko tinggi tertular COVID-19, pilihan lari di treadmill dalam ruangan juga bisa dilakukan. Tentunya diperlukan peralatan tambahan berupa treadmill. Dan saya sendiri cepat merasa bosan ketika berlari di atas treadmill.
  • Aplikasi Freeletics merupakan pilihan saya untuk berolah raga tanpa keluar rumah, atau sedang tidak memiliki waktu panjang untuk olah raga. Cukup dengan 20-30 menit, aplikasi Freeletics memberikan aktivitas intensive (HIIT, High Intensity Interval Training) yang bisa dilakukan di dalam ruangan.
  • Untuk penggemar Yoga, olah raga ini juga bisa menjadi pilihan. Salah satu aplikasi yang pernah saya coba adalah Daily Yoga. Aplikasi ini memberikan menu latihan Yoga yang bisa dilaksanakan di dalam ruangan, atau di teras rumah.

Selamat berolah raga, dan tetap jaga kesehatan.

Photo by Jonathan Borba on Unsplash

Categories
For Human Being

Tetap Positif Dalam Pandemi COVID-19

Pandemi Virus Corona, atau dikenal dengan nama resmi Virus COVID-19, tentu membuat banyak orang menjadi khawatir. Sepertinya semua isi media sosial tidak jauh dari virus Corona, COVID, social distancing, lockdown dan rush perlengkapan kebersihan dan bahan sembako.

Bicara tentang lockdown dan social distancing ini juga menarik. Manusia pada dasarnya adalah mahluk sosial, dan membutuhkan interaksi dengan manusia lainnya. Social distancing dan himbauan untuk tetap tinggal di rumah tentunya menambah tingkat stress. Sudah beredar juga beberapa meme dan guyonan kalau kita tinggal di rumah selama 2 minggu, kita akan mati duluan oleh pasangan kita, bukan karena virus.

Dalam situasi seperti ini, sangat penting untuk menjaga kondisi mental kita sendiri. Adalah penting untuk tidak menjadi panik dan tidak khawatir berlebihan.

Untuk saya, demi menjaga kondisi mental saya, adalah penting untuk selalu berpikiran positif. Caranya, dengan mengurangi hal-hal yang memberikan kontribusi pikiran negatif, dan memperbanyak hal-hal yang memberikan kontribusi pikiran positif. Berikut hal-hal nyata yang saya lakukan untuk memperkuat pikiran positif.

  1. Kurangi konsumsi media sosial dan aplikasi chat seperti Facebook, Whatsapp, dan lain-lain. Tidak semua informasi yang beredar di media sosial dan chat adalah informasi yang benar. Dan kalaupun benar, belum tentu relevan. Seperti misalnya, lockdown di negara lain yang berada di benua lain sama sekali tidak ada hubungannya dengan penyebaran Virus Corona di sekitar kita
  2. Keluar rumah sekedar mendapatkan sinar matahari dan udara segar. Social distancing artinya tidak berada dekat dengan orang lain, bukan berarti kita harus 24 jam berada di dalam rumah. Salah satu efek pandemi Corona adalah udara menjadi lebih bersih. Jadi, ini adalah saat yang baik untuk keluar rumah dan menghirup udara segar.
  3. Berdoa dan bermeditasi. Kedua hal ini berbeda, tapi memiliki manfaat yang sama untuk memberikan sedikit ketenangan. Berdoalah agar kita senantiasa dalam lindungan Yang Maha Kuasa dan agar kita selalu tenang menghadapi hal-hal diluar kontrol kita. Bermeditasi supaya kita fokus pada hal-hal yang terjadi saat ini, bahwa tidak ada kondisi yang kekal, dan apa yang terjadi akan berlalu.
  4. Telepon orang tua, saudara dan teman-teman. Mungkin kita terbiasa berkomunikasi dengan orang tua, saudara dan teman-teman kita melalui Whatsapp. Tapi, tidak ada yang bisa menggantikan pembicaraan melalui suara, entah melalui panggilan suara atau panggilan video.
  5. Kerjakan pekerjaan rumah bersama-sama. Selain membantu meringankan pekerjaan, berbagi tugas juga menyibukkan dan menjalin komunikasi antar anggota keluarga. Beberapa kegiatan antara lain cuci piring bersama, cuci mobil bersama, setrika bersana, dan lain-lain.

Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan mental kita, sehingga kita tetap menyebarkan aura baik. Bersama-sama kita akan bisa melalui pandemi Virus Corona.

Cover Photo by Viktor Forgacs on Unsplash